Kamis, 22 September 2011

The first group of student has received training of TERP10

http://www.acc-sap.ru/index.php/en/archive/123-1st-terp10
  
From the 29.06.2009 to 10.07.2009 the first group of students and teachers has received training in the certification course TERP 10 – Integration of business processes. This has been the first experience of the certification under the SAP University Alliance.The group of 16 participants included students, graduate students and teachers from seven high schools of St. Petersburg and Moscow.After a 2-week course nine students have passed successfully the certification exam and received their certification of TERP 10 from SAP.
Top results are shown:
Levina, Anastasia
81%
Akbulatova Maria
81%
Sap congratulates for successfully completing the test:
Tokarev, Mikhail Arsumanyan, Maksim
Troshev, Ilu Tupamakh. Greno Louisa (Indonesia)
Shakhmaatenko, Dimitry Artemov, Denis
Konovalov, Dimitry

SAP - ERP Software

SAP merupakan software yang banyak dipakai di perusahaan besar untuk mendukung integrasi proses bisnis. Lima tahun terakhir, di perusahaan negara-negara Asia, termasuk Indonesia, sedang gencar-gencarnya mengimplementasikannya. Software buatan Jerman ini telah lama dipakai di perusahaan besar Eropa dan Amerika.
Seperti diberitakan Detik.com beberapa hari lalu, tahun ini, SAP juga menyiapkan paket khusus untuk perusahaan level menengah ke bawah (baca UKM). Dengan penambahan area supporting SAP, akan menambah pangsa pasar SAP dan juga membuka peluang tenaga kerja bagi dunia IT.
Di Indonesia, banyak perusahaan besar yang telah mengimplementasikan SAP, misalnya Astra International, Toyota Astra Motor, Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bentoel Prima, United Tractor, Daihatsu Motor, Pertamina, Aqua, Telkomsel, Auto 2000, Blue Bird dan masih banyak perusahaan lagi yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. Modul yang diimplementasikan tiap perusahaan pun beragam. Ada yang hanya memakai untuk keperluan area tertentu seperti Financial Accounting saja atau Sales and Distributon saja, namun banyak pula yang mengintegrasikan beberapa modul.
Scope integrasi, harga license tiap user SAP yang relative mahal, biaya consultan yang lumayan dan tingginya 'kutu loncat' SDM SAP, menyebabkan tidak semua perusahaan 'berani' memakai solusi SAP. Bagi Anda yang baru di dunia IT, tentu belum banyak mengenalnya. Kami sajikan sekilas pengenalan SAP untuk menambah informasi Anda. Diharapkan setelah membaca materi berikut, Anda dapat mengetahui apa itu SAP, Modul-Modul dalam SAP, Integrasi SAP dan proses bisnis yang bisa dilakukan oleh SAP.

Modul-Modul di SAP
SAP terdiri dari modul-modul aplikasi sebagai berikut :
  1. SD-Sales & Distribution: membantu meningkatkan efisiensi kegiatan operasional berkaitan dengan proses pengelolaan customer order (proses sales, shipping dan billing)
  2. MM-Materials Management: membantu menjalankan proses pembelian (procurement) dan pengelolaan inventory
  3. PP-Production Planning: membantu proses perencanaan dan kontrol daripada kegiatan produksi (manufacturing) suatu perusahaan.
  4. QM-Quality Management: membantu men-cek kualitas proses-proses di keseluruhan rantai logistik
  5. PM-Plant Maintenance: suatu solusi untuk proses administrasi dan perbaikan sistem secara teknis
  6. HR-Human Resources Management: mengintegrasikan proses-proses HR mulai dari aplikasi pendaftaran, administrasi pegawai, management waktu, pembiayaan untuk perjalanan, sampai ke proses pembayaran gaji pegawai
  7. FI-Financial Accounting: Mencakup standard accounting cash management (treasury), general ledger dan konsolidasi untuk tujuan financial reporting.
  8. CO-Controlling: Mencakup cost accounting, mulai dari cost center accounting, cost element accounting, dan analisa profitabilitas
  9. AM-Asset Management: Membantu pengelolaan atas keseluruhan fixed assets, meliputi proses asset
  10. accounting tradisional dan technical assets management, sampai ke investment controlling
  11. PS-Project System: Mengintegrasikan keseluruhan proses perencanaan project, pengerjaan dan kontrol


Sistem METUK: Arti Pentingnya Suatu Keputusan Yang Berkualitas Di Masa Ekonomi Transisi Rusia.

Alasan utama seluruh masalah yang menimpa Rusia adalah rendahnya kualitas persiapan calon-calon pengambil keputusan dalam bidang ekonomi, manajemen dan hukum pada awal tahun 1990, yang mana Rusia pada saat itu mencoba berlari secepat mungkin untuk meninggalkan sistem ekonomi terencana (planned economy) pada jaman Uni soviet menuju ke sistem ekonomi pasar. Rusia saat itu tanpa ragu mendengarkan seluruh nasihat dari pakar-pakar ekonomi barat, terutama IMF dan Bank Dunia, terlebih lagi ketika mereka menjanjikan perubahan ekonomi yang cepat kearah yang lebih baik pasca krisis.
Reformator-reformator Rusia jatuh ke euphoria dari teori-teori barat akan hubungan perdagangan antar negara, yang tersirat pada resep IMF ketika mengikat Rusia dengan “Konsensus Washington”. Inti dari “konsensus” tersebut tertuju pada 3 dalil sederhana: liberalisasi, privatisasi dan stabilitasi melalui suatu perencanaan yang formal dan ketat terhadap uang yang beredar. Dengan “Konsensus Washington” fungsi dan peran pemerintah Rusia menjadi sangat terbatas, dan boleh dikatakan bahwa secara financial Rusia mulai diatur oleh IMF. Berterima kasih kepada IMF, kenaikan harga barang yang menurut prediksi mereka meningkat sebesar 3 kali namun pada kenyataaannya harga barang naik sekitar 1000 kali, prediksi nilai tukar rubel terhadap dolar melemah sebesar 2,5 kali namun pada kenyataannya rubel jatuh hingga 250 kali. Produktivitas kerja yang diramalkan akan naik, malah turun menjadi 37%.
Dalam propaganda “konsensus washington” telah memakan begitu besar dana dalam penerbitan buku-buku, penyelenggaraan beberapa seminar dan konferensi international, pelatihan-pelatihan bagi manajer-manajer di luar negeri dan lain-lain. Akan tetapi, hasilnya sangat jauh dari yang ditargetkan. Hal ini dikarenakan literatur-literatur asing (eropa maupun amerika) untuk bidang ekonomi, pemasaran dan manajemen ditulis berdasarkan kondisi-kondisi ekonomi pasar dan sama sekali tidak dapat diadaptasikan secara langsung kepada kondisi ekonomi Rusia sekarang. Literatur-literatur asing memiliki karakter yang informatif dan deskriptif tetapi tidak memberi jawaban terhadap pertanyaan “kenapa”, “bagaimana”, “apa yang akan dihasilkan”. Mempelajari pengalaman negara-negara maju dalam hal mengatur ekonomi, mengorganisir pemasaran dan menjalankan fungsi kontrol, memang berguna untuk para mahasiswa, manajer dan spesialis(insinyur) Rusia. Selama mengingat bahwa pengalaman-pengalaman tersebut memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang mudah dan simpel ”apa”, “dimana”, “siapa” , “kapan” dari seluruh sejarah manajemen dunia dalam kurun waktu 10 sampai 20 tahun lamanya dan sama sekali tidak berorientasi pada masa depan Rusia yang tidak stabil maupun terhadap rumitnya perencanaan pembangunan itu sendiri.
Rusia telah sadar akan hal ini, mereka tahu bahwa dalam waktu yang sesegera mungkin mereka harus memperbaiki persiapan dan pelatihan kader-kader dalam bidang ekonomi, manajemen dan hukum agar kader-kader ini lebih siap menghadapi keadaan ekonomi transisi Rusia yang tidak stabil dan dengan jeli dapat menghindari keputusan-keputusan yang tidak tepat. Salah satu dari keputusan yang tidak tepat dan mungkin yang paling merugikan adalah pada tahun 1980, ketika USSR memutuskan untuk memperbaharui teknologi produksi pabrik dari seluruh industri automotifnya. Proyek ini memakan dana puluhan juta dolar. Namun hasilnya nihil, karena produk-produknya tidak memiliki daya saing.
Dengan tujuan tersebut, pada tahun 1997 terciptalah suatu sistem persiapan dan pelatihan insinyur, ahli ekonomi dan manajemen yang dinamakan dengan METUK [Metode→ Ekonomi + Teknik + Upravlenie(manajemen) → Konkurentosposobnost(daya saing)]. Sistem ini merupakan gabungan dari sistem pendidikan untuk ilmu alam dan ilmu sosial ditambah dengan aplikasi instrumen-instrumen ilmiah yang mampu merealisasikan suatu kesatuan konsep ekonomi, teknik dan manajemen, dengan sasaran akhir untuk meningkatkan daya saing Rusia di dunia international.